Senin, 15 Februari 2016

Tugas Teori Evolusi

Penampakan satwa air moderen ini bila dilihat sepintas tidak mengalami perubahan sebagaimana wujud asli leluhurnya yang sudah tiada.
Apakah ini pertanda bahwa “fosil-fosil hidup” tersebut memang tidak berevolusi selama jutaan tahun? Atau sebaliknya, mereka telah berevolusi hanya belum terungkap karena keterbatasan ilmu pengetahuan kita?

Hiu Goblin
http://www.postsforall.com/wp-content/uploads/2014/07/Goblin-Shark.jpg?9f5ab4
Hiu Goblin. Sumber: Postforall.com
Hiu goblin memang jarang terlihat, namun sekalinya muncul akan selalu menghebohkan. Ini karena bentuknya yang tidak biasa. Dagingnya yang merah muda itu seolah habis dikuliti. Moncongnya yang seperti pisau belati, menonjol di atas kepala, membuatnya begitu berbeda. Tak heran, jika ia dijuluki “alien dasar samudera”.
Tidak hanya itu keunikannya. Riwayat hidupya juga sangat berbeda, dimana tubuhnya hampir-hampir tak berubah sedikitpun selama 125 juta tahun! Ini menandakan bahwa hiu goblin merupakan ‘fosil hidup’ yaitu hewan yang mampu bertahan dan tak berubah bentuk dalam jangka waktu yang amat panjang. Tapi benarkah hiu ini tak pernah berubah bentuk selama jutaan tahun dan bisa diartikan sebagai fosil hidup?


Platypus Paruh Bebek
http://www.liveanimalslist.com/mammals/images/white-color-duckbill-platypus-in-water.jpg
Platypus paruh bebek yang menyerupai hewan purba. Sumber: Liveanimalslist.com
Terminologi “fosil hidup” pertama kali digunakan oleh Charles Darwin dalam buku yang memuat tentang teori evolusi On the Origin of Species pada 1859. Dalam satu bagiannya, Darwin menyebut platypus dan ikan paru sebagai dua spesies moderen yang berasal dari masa purba. Alasannya, bentuk mereka yang sama dengan leluhurnya yang telah menjadi fosil.
Ketika terminologi “fosil hidup” belum begitu dikenal, pada 1938 di Afrika Selatan, seorang kurator sejarah alam bernama Marjorie Courtenay-Latimer menyadari bahwa ikan yang sedang ia teliti tidak seharusnya ada di masa itu.
Ikan tersebut berasal dari kelompok ikan yang diperkirakan punah 65 juta tahun yang lalu, dengan penyabab yang sama sebagaimana kepunahan dinosaurus. Itulah ikan coelacanth.


Ikan Coelacanth
http://marinebio.org/upload/latimeria-chalumnae/1.jpg
Ikan Coelacanth Afrika. Sumber: Marinebio.org
Coelacanth telah ada sejak 390 juta tahun lalu. Ikan ini cukup besar, pengarung dasar samudera yang panjangnya bisa mencapai dua meter.
Ada dua spesies ikan ini yang diketahui, yakni Coelacanth Afrika dan Coelacanth Indonesia. Mereka merupakan ikan bersirip cuping yang masih hidup yang dulunya mendominasi samudera.
Penemuan colancanth ini begitu penting, terutama untuk menguak bagaiman fenomena evolusi hewan-hewan darat terjadi.


Fosil Ikan Coelacanth 
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/ec/Coccoderma_bavaricum_Reis,_1888_%28Solnhofen_Bavi%C3%A8re_-_Allemagne%29.JPG/480px-Coccoderma_bavaricum_Reis,_1888_%28Solnhofen_Bavi%C3%A8re_-_Allemagne%29.JPG
Ikan coelacanth yang sudah menjadi fosil. Sumber: Wikimedia.org
Sekitar 400 juta tahun lalu, beberapa jenis ikan naik ke daratan dan “berjalan” menggunakan siripnya. Para ikan penjelajah ini kemudian menjadi pemicu munculnya hewan-hewan darat, mulai dari kadal, katak, hinga burung dan beruang.
Pada 2013, para ahli menyimpulkan bahwa Coelacanth merupakan kerabat dekat dari hewan-hewan darat pertama di muka bumi. Meski begitu, penelitian lain menyimpulkan bahwa ikan tersebut bukanlah benar-benar fosil hidup. Melalui penelitian DNA dan fosil, Coelacanth yang hidup 400 juta tahun lalu tidak identik dengan coelacanth yang hidup di masa kini,


Udang Kecebong 
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/6/63/Triops_cancriformis2.jpg
Udang kecebong. Sumber: Wikimedia.org
Udang kecebong bisa jadi tampilannya terlihat lebih purba ketimbang Coelacanths. Tubuhnya memiliki karapan yang menyerupai perhiasan guna melindungi perutnya yang mirip ekor panjang.
Secara umum, Triops cancriformis ini dikenal sebagai fosil hidup karena bentuknya yang sangat mirip dengan nenek moyangnya. Namun, hasil penelitian terbaru mengungkapkan, ternyata hewan tersebut bukanlah fosil hidup karena usia mereka jauh lebih muda dari nenek moyangnya.
Peneliti menganalisis rangkaian DNA dari semua jenis udang kecebong yang telah teridentifikasi serta DNA dari kelompok crustaceae seperti kutu air dan udang brine. Hasilnya menunjukkan bahwa udang kecebong telah mengalami beberapa kali siklus perluasan evolusi dan kepunahan.


Belangkas
https://jangocohen.files.wordpress.com/2012/12/agpix_cohen_2764_lg.jpg
Belangkas. Sumber: Jangocohen.files.wordpress.com
Belangkas (Horseshoe crabs) merupakan hewan yang telah ada sejak 500 juta tahun lalu. Seluruh tubuhnya dilindungi cangkang keras. Belangkas atau kepiting tapal kuda ini memiliki dua mata majemuk primer dan tujuh mata sekunder, dua di antara tujuh mata sekunder tersebut berada di bagian bawah. Ia berasal dari famili Limulidae dan merupakan jenis hewan beruas (artropoda) yang tinggal di perairan dangkal.
Belangkas tidak berbahaya. Banyak yang meyakini bahwa bentuk fosil hewan ini tidak mengalami perubahan besar sejak periode Devon. Setiap tahun, ratusan ribu belangkas diambil dari habitatnya untuk keperluan medis, karena diketahui ada zat kimia yang berguna pada darahnya yang bisa mendeteksi darah terkontaminasi.
Benarkah mereka tak berubah sejak beratus juta tahun lalu? Sebenarnya, tak ada yang namanya “fosil hidup”. Semua spesies berevolusi, meskipun tak semuanya terlihat dengan jelas oleh kita.






6. Charles Darwin (1809 1882), menjelaskan bahwa evolusi menghasilkan keanekaragaman hayati. Makhluk hidup mengalami evolusi melalui mekanisme seleksi alam. Organisme yang kuatlah yang akan melestarikan jenisnya. Darwin, mengemukakan pula adanya kemampuan adaptasi organisme agar mampu melewati seleksi alam. Darwin menggambarkan fenomena ketiga hal ini melalui contoh yang terkenal, yaitu gambar perkembangan leher jerapah.
Contoh ini menjadi komparatif terhadap contoh perkembangan leher jerapah dari Lamarck.
a. Populasi jerapah, panjang lehernya berbeda-beda, ada yang panjang ada yang pendek.
b. Terjadi seleksi alam dalam hal mendapatkan makanan. Jerapah berleher pendek mati.
c. Seleksi alam berlanjut sehingga menghasilkan generasi jerapah seperti sekarang.
Menurut Darwin, seluruh makhluk hidup berkerabat melalui garis keturunan dari organisme yang hidup pada zaman purbakala. Keturunan yang berpencar ke berbagai macam habitat di muka bumi akan mengembangkan kemampuannya beradaptasi sampai setiap jenis sesuai dengan habitatnya. Dalam proses adaptasi inilah sebenarnya makhluk hidup sedang melewati fase seleksi alamiah. Karena adaptasi ke berbagai ragam habitat inilah sejarah makhluk hidup dapat digambarkan seperti sebuah pohon yang berangkat dari sebuah titik, menjalar menjadi batang, cabang, ranting, sampai ke ujung ranting, seperti pendapat Whitaker yang ditunjukkan pada Gambar 4.4. Pada tiap awal percabangan terdapat titik-titik nenek moyang bagi organisme yang berada di cabang-cabangnya. Sungguh analog dengan taksonomi dari Carolus Linnaeus.
7. Alfred Russel Wallace (1923-1913), mengembangkan teori yang serupa dengan teori Darwin. Dasar teori wallace adalah penelitian Biologi perbandingan di Brasilia dan Hindia Belanda (sekarang Indonesia), dan Malaya. Buku penelitiannya berjudul “On the tendency of varieties to depart indefinitely from the original type”. Teorinya sama dengan yang dikembangkan Darwin.
8. August Weissman, menumbangkan teori Lamarck. Weismann memotong ekor tikus beberapa generasi. Menurut teori Lamarck, hal tersebut akan menyebabkan timbulnya jenis tikus yang tidak berekor. Namun, hasil percobaan Weismann menunjukkan bahwa sampai generasi terakhir ekor tikus tetap sama panjangnya.
Tentang iklan-iklan ini

Fosil Manusia Purba
1.      Pithecanthropus Mojokertensis ( Manusia Kera Dari Mojokerto )

·         Fosil yang ditemukan : berupa tengkorak anak-anak
·         Tempat penemuan : Mojokerto lembah sungai Brantas.
·         Kapasitas Otak : Tengkorak rendah dengan volume otak 650 – 900 cc.
·         Penemu : von Koenigswald dan Cokrohandoyo (1936).
·         Letak stratigrafi : pada plestosen bawah, lapisan / formasi pucangan.
·         Kurun waktu hidupnya : 2 – 1,5 juta tahun yang lalu.
·         Kebudayaan :
a.       Badan tegap dengan tinggi 165 – 180 cm.
b.      Wajah : muka menonjol ke depan, kening menonjol dan tebal, tulang pipi kuat, hidung lebar dan tidak berdagu.
c.       Alat pengunyah : rahang menonjol ke depan, gigi dan geraham besar, otot kunyah kuat.
d.      Cara berjalan : cenderung tegak.
e.       Makanan : segala makanan (mulai mengolah makanan).
f.       Tempat tinggal di sekitar padang rumput dekat air, secara berkelompok, berburu dan mengumpulkan makanan, berpindah-pindah.
g.      Pembuatan alat : diduga telah menggunakan alat yang dipungut dari alam.


2.      Pithecanthropus Erectus ( Manusia Kera Yang Berjalan Tegak )

·         Fosil yang ditemukan : tulang rahang, tengkorak bagian atas, geraham dan tulang kaki.
·         Tempat penemuan : Trinil lembah Bengawan Solo dekat Ngawi.
·         Kapasitas Otak : Tengkorak rendah dengan volume otak 775 – 975 cc.
·         Penemu : Eugene Dubois (1890).
·         Letak stratigrafi temuan : plestosen tengah, pada lapisan / formasi kabuh.
·         Kebudayaan :
a.       Badan tegap dengan tinggi 165 – 170 cm..
b.      Wajah : kening menonjol di atas, pipi menonjol ke samping, hidung lebar, tidak berdagu.
c.       Alat pengunyah : rahang menonjol ke depan, geraham dan gigi besar, otot kunyah masih kuat.
d.      Cara berjalan : belum tegak benar.
e.       Makanan masih kasar dan mulai makan daging, mulai mengolah makanan.
f.       Tempat tinggal sama seperti Pithecanthropus mojokertensis.
g.      Pembuatan alat : telah membuat alat- alat dari batu sangat sederhana dan telah menggunakan api.
h.      Kurun waktu hidupnya : 1 – 1,5 juta tahun yang lalu.


3. Pithecanthropus Soloensis  ( Manusia Kera Dari Solo)
·         Fosil yang ditemukan : tengkorak dan tulang kering.
·         Tempat temuan : Ngandong dan Sangiran lembah Bengawan Solo.
·         Penemu : von Koenigslwald dan Oppenorth (1931 – 1933).
·         Tengkorak telah meninggi, volume otak 1000 – 1300 cc.
·         Letak stratigrafi : plestosen tengah dan plestosen atas.
·         Kebudayaan :
a.          Badan tegap dengan tinggi 165 – 180 cm.
b.         Wajah : mulut menonjol ke depan, kening sedikit menonjol, tidak berdagu.
c.          Alat pengunyah : rahang dan gigi besar, otot pengunyah masih kuat.
d.         Cara berjalan : belum tegak benar, masih dibantu tangan.
e.          Makanan : memakan segala makanan, telah mengolah makanan.
f.          Tempat tinggal : sama seperti jenis Pithecanthropus lainnya.
g.         Pembuatan alat : diduga telah menggunakan api dan alat buruan lainnya.
h.         Kurun waktu hidupnya : 900.000 – 200.000 tahun yang lalu.


4. Homo Wajakensis ( Manusia Dari Wajak)

·         Fosil yang ditemukan : tengkorak dan tulang kering.
·         Tempat penemuan : di gua desa Wajak, Tulungagung.
·         Penemu : van Reischoten (1889) dan Eugene Dubois (1890).
·         Tengkorak telah membulat dan tinggi, volume otak 1000 – 2000 cc.
·         Letak stratigrafi : plestosen atas.
·         Kebudayaan :
a.       Badan tegap dengan tinggi 130 – 210 cm.
b.      Wajah : muka datar, pipi menonjol ke samping, sudah berdagu.
c.       Alat kunyah : rahang dan gigi mengecil, otot-otot pengunyah telah menyusut.
d.      Cara berjalan lebih tegak dan lebih sempurna.
e.       Kurun waktu hidupnya : 40.000 – 25.000 tahun yang lalu.
f.       Tempat tinggal : di gua-gua.
g.      Pembuatan alat : membuat alat-alat serpih bilah, alat tulang, kapak perimbas.


5.  Homo sapiens austromelanesoid
·         Fosil yang ditemukan : tengkorak dan tulang kering.
·         Fosilnya ditemukan di Aceh Timur (di Bukit Kerang Langsa dan Tamiang), Sumatera Timur, di Jawa (di gua Lawa, Sampung Ponorogo), di NTT (di gua Liang Toge, Liang Momer, dan Liang Panas Flores).
·         Letak stratigrafi temuan : lapisan Holosen.
·         Tengkorak relatif kecil,lonjong atau sedang, volume otak ± 1000 – 2000 cc.
·         Kebudayaan :
a.       Badan tegap dengan tinggi 148 – 170 cm.
b.      Wajah : muka sedang, rahang menonjol ke depan, kening rata, hidung lebar.
c.       Alat pengunyah : geraham dan gigi relatif besar, otot pengunyah relatif kuat.
d.      Cara berjalan tegak sempurna.
e.       Makanan : segala macam makanan; teknik mengolah makanan maju.
f.       Tempat tinggal di gua-gua
g.      Pembuatan alat : membuat serpih bilah, alat tulang, kapak genggam, telah mulai melukis.
Kurun waktu hidupnya : 10.000 tahun yang lalu


Sabtu, 14 November 2015

Ringkasan 2


Metabolisme


1. Pengertian Metabolisme
Metabolisme adalah keseluruhan perubahan reaksi kimia yang berlangsung dalam sel tubuh mahkluk hidup dengan konsekuensi perubahan energi yang menyertainya. Anabolisme adalah peristiwa penyusunan senyawa kompleks (organik) dari senyawa sederhana (anorganik) dengan bantuan energi dari luar sehingga reaksinya termasuk endotermis (endergonik). Contoh peristiwa fotosintesis dan khemosintesis. Katabolisme adalah peristiwa pemecahan senyawa kompleks (organik) menjadi senyawa sederhana (anorganik) dan membebaskan energi, sehingga reaksinya termasuk eksotermis (eksergonik). Contoh peristiwa fermentasi dan respirasi.

2. Enzim/ Biokatalisator
Enzim/ Biokatalisator adalah zat yang dapat mempercepat reaksi yang terjadi di dalam sel mahkluk hidup. Enzim tersusun atas senyawa protein dan nonprotein.

1. Komponen Enzim
Komponen Enzim adalah apoenzim dan gugus prostetik. Apoenzim merupakan bagian aktif enzim, tersususun atas protein dan mudah berubah (labil) terhadap faktor lingkungan, misalnya pH dan suhu. Gugus protestik merupakan gugus yang tidak aktif, berupa unsur – unsur logam, seperti besi (Fe2+), mangan (Mn2+), magnesium (Mg2+) dan natrium (Na+) yang disebut kofaktor. Gugus prostetik juga dapat berupa bahan organik selain protein seperti vitamin B yang disebut koenzim.

2. Kerja enzim
Cara kerja enzim dapat digambarkan melalui hipotesis kunci gembok (lock and key hypothesis). Sisi aktif enzim mempunyai konfigurasi aktif tertentu dan hanya substrat tertentu yang dapat tergabung. Hal ini menyebabkan enzim bekerja secara spesifik. Secara sederhana reaksi enzim dapat dituliskan :

     E          +         S         ↔         ES        ↔       E     +      P
(enzim)         (substrat)           (kompleks)      (enzim)     (hasil)


3. Sifat – sifat Enzim
  • Biokatalisator
  • Sama Protein
  • Bekerja spesifik
  • Tidak berperan bolak-balik
  • Bekerja cepat
  • Enzim ikut bereaksi dan terbentuk kembali pada akhir reaksi.
  • Kerja enzim dipengaruhi lingkungan

3. Katabolisme
Katabolisme merupakan reaksi pemecahan/penguraian senyawa kompleks (organik) menjadi sederhana (anorganik) yang akan menghasilkan energi. Berdasarkan kebutuhan oksigennya respirasi dibedakan menjadi respirasi aerobik, yaitu respirasi yang menggunakan oksigen untuk menghasilkan energi dan respirasi anaerobik, yaitu respirasi yang tidak menggunakan oksigen untuk menghasilkan energi.

1.  Respirasi Aerobik
Respirasi aerob secara garis besar dapat dibedakan menjadi 3 tahapan utama dan 1 tahap transisi, yaitu glikolisis, (dekarboksilasi oksidatif), siklus krebs, dan tranpor elektron.

2.   Respirasi Anaerob
Respirasi anaerob merupakan reaksi pemecahan karbohidrat untuk mendapatkan energi tanpa menggunakan oksigen. Sel jamur dan bakteri tertentu dapat melakukan respirasi anaerob. Ketika kita berlari dengan cepat, sel – sel jaringan otot kita juga melakukan respirasi anaerob. Proses penguraian pada respirasi anaerob disebut fermentasi. Fermentasi dibedakan menjadi dua, yaitu fermentasi alkohol dan fermentasi asam laktat.

4. Analbolisme

1. Fotosintesis
Fotosintesis adalah peristiwa pembentukan glukosa yang berasal fari penggabungan karbondioksida (CO2) dan air (H2O) yang berlangsung di dalam kloroplas dengan menggunakan energi cahaya matahari.

2. Reaksi Fotosintesis
Proses fotosintesis berlangsung melalui dua tahap yaitu reaksi terang (fotolisis) dan reaksi gelap (fiksasi CO2). Pada reaksi terang (fotolisis) terjadi pemecahan air oleh cahaya (foton) dan klorofil. Sementara itu, reaksi gelap (fiksasi CO2) merupakan proses pembentukan karbohidrat yang tidak memerlukan energi cahaya sehingga disebut reaksi gelap.

3. Percobaan – percobaan Fotosintesis

a. Percobaan Ingenhousz
Percobaan ini bertujuan membutuhkan bahwa proses fotosintesis menghasilkan oksigen dan menentukan faktor – faktor yang mempengaruhi proses fotosintesis.Gejala yang dapat diamati adalah banyaknya gelembung yang tertampung dalam ujung tabung reaksi. Gelembung yang muncul dimungkinkan adalah oksigen. Untuk mengetahui bahwa gelembung tersebut oksigen dapat dites dengan bara api. Jika bara api menyala, maka gelembung itu adalah oksigen. Selain faktor cahaya, masih ada faktor yang lain yang menentukan kecepatan fotosintesis, seperti suhu dan NaHCO3.

5. Kesimpulan
Metabolisme adalah keseluruhan perubahan reaksi kimia yang berlangsung dalam sel tubuh mahkluk hidup dengan konsekuensi perubahan energi yang menyertainya. Anabolisme adalah peristiwa penyusunan senyawa kompleks (organik) dari senyawa sederhana (anorganik) dengan bantuan energi dari luar sehingga reaksinya termasuk endotermis (endergonik). Katabolisme adalah peristiwa pemecahan senyawa kompleks (organik) menjadi senyawa sederhana (anorganik) dan membebaskan energi, sehingga reaksinya termasuk eksotermis (eksergonik).


Lingkungan

1. Pengertian Lingkungan
Lingkungan adalah segala sesuatu yang ada disekitar kita. Lingkungan terdiri dari komponen abiotik dan komponen biotik. Komponen abiotik adalah segala yang tidak bernyawa seperti tanah, udara, air, iklim, kelembaban, cahaya, bunyi, dsb. Sedangkan komponen biotik adalah segala sesuatu yang bernyawa (makhluk hidup) seperti tumbuhan, hewan, manusia, dan mikroorganisme. Ilmu yang mempelajari lingkungan adalah Ilmu lingkungan atau ekologi. Ilmu lingkungan adalah cabang dari ilmu biologi.

2. Pengertian Pencemaran
Berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau proses alami, sehingga mutu kualitas lingkungan turun sampai tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya.Masuknya bahan pencemar atau polutan kedalam lingkungan tertentuyang keberadaannya mengganggu kestabilan lingkungan.

3.Perubahan Lingkungan
Faktor faktor Penyebab Perubahan Lingkungan.

1.    Faktor Alam.
Faktor yang dapat menimbulkan kerusakan antara lain gunung meletus, gempa bumi,angin topan, kemarau panjang, banjir, dan kebakaran hutan.

2.    Faktor Manusia.
Kegiatan manusia yang menyebabkan perubahan lingkungan misalnya, membuang limbah ( limbah rumah tangga, industri, pertanian, dsb ) secara sembarangan, menebang hutan sembarangan, dsb.

4. Macam- Macam Pencemaran Lingkungan

a. Berdasarkan Tempat terjadinya.

    1. Pencemaran Udara, disebabkan oleh :
  • Asap Rokok
  • Kebakaran Hutan
  • Asap Kendaran
  • Asap Pabrik

    2. Pencemaran Air, disebabkan oleh :
  • Limbah Pertanian.
  • Limbah Rumah Tangga
  • Limbah Industri
  • Penangkapan Ikan Menggunakan racun

    3. Pencemaran Tanah, disebabkan oleh :
  • Pembungan sampah sembarangan
  • Limbah Pabrik

 4. Paramenter Pencemaran Lingkungan

Untuk mengukur tingkat pencemaran disuatu tempat digunakan parameter pencemaran. Parameter pencemaran digunakan sebagai indikator (petunjuk) terjadinya pencemaran dan tingkat pencemaran yang telah terjadi.

5. Dampak Pencemaran Lingkungan
  • Punahnya Species
  • Gangguan Keseimbangan Lingkungan
  • Kesuburan Tanah Berkurang
  • Keracunan dan Penyakit
  • Pemekatan Hayati
  • Terbentuk Lubang Ozon
  • Efek Rumah Kaca


6. Usaha-Usaha Pencemaran Lingkungan
  • Menempatkan daerah industri atau pabrik jauh dari daerah perumahan atau pemukiman penduduk.
  • Pembuangan limbah industri diatur sehingga tidak mencemari lingkungan atau ekosistem.
  • Pengawasan terhadap penggunaan jenis-jenis pestisida dan zat kimia lain yang dapat menimbulkan pencemaran lingkungan.
  • Memperluas gerakan penghijauan.
  • Tindakan tegas terhadap pelaku pencemaran lingkungan.
  • Memberikan kesadaran terhadap masyarakat tentang arti lingkungan hidup sehingga manusia lebih mencintai lingkungan hidupnya.
  • Membuang sampah pada tempatnya.
  • Penggunaan lahan yang ramah lingkungan.
7. Kesimpulan
Lingkungan terdiri dari komponen abiotik dan komponen biotik. Komponen abiotik adalah segala yang tidak bernyawa. Sedangkan komponen biotik adalah segala sesuatu yang bernyawa. Ilmu yang mempelajari lingkungan adalah Ilmu lingkungan atau ekologi. Pencemaran lingkungan adalah keberadaannya mengganggu kestabilan lingkungan. Alat untuk menghitung tingkat pencemaran merupakan prameter.


Kehidupan Sel
1.Pengertian Sel.
Dalam Biologi,sel adalah kumpulan materi paling sederhana yang dapat hidup atau merupakan unit terkecil penyusun semua makhluk hidup.Tubuh makhluk hidup bersel banyak memiliki bentuk dan susunan sel yang beraneka ragam.Sel-sel itu berkelompok membentuk massa dengan berbagai spesialisasi lapisan sel yang berbeda.Pada makhluk hidup yang tubuhnya hanya terdiri dari satu sel,segala fungsi kehidupannya dilakukan oleh sel tersebut.

2. Komponen Kimiawi Sel.
Sel tersusun atas cairan sel (protoplasma) dan mengandung bahan organik dan anorganik.

1.Struktur kimia organik
  1. Karbohidrat,terbentuk dari unsur C,H,dan O
  2. Protein,terbentuk dari unsur C,H,O,N,dan kadang-kadang S atau P.
  3. Lemak,terdiri dari komponen asam lemak dan gliserol
2.Struktur kimia anorganik
  1. Asam (HCL,HNO3)
  2. Basa (KOH,NaOH)
  3. Garam-garam mineral (NaCl,MgCl,CaSO4,KH2PO4 dan lain-lain).
3. Struktur Sel.
          Semua sel dibatasi oleh suatu membran yang disebut dengan membran plasma (membran sel),sementara daerah di dalam sel disebut sitoplasma.Di dalam sitoplasma terdapat organel sel dan inti sel (nukleus).Setiap organisme tersusun atas salah satu dari dua jenis sel yang berbeda yaitu sel prokariotik dan sel eukariotik.

4. Organel Sel.
Organel sel adalah benda-benda yang terdapat di dalam sitoplasma dan bersifat hidup dan bertugas menjalankan fungsi-fungsi kehidupan.
  • Dinding Sel.
  • Membran Plasma.
  • Retikulum Endolasma.
  • Mitokondria.
  • Lisosom.
  • Aparatus Golgi (Badan Golgi).
  • Ribosom.
  • Sentriol.
  • Sitoplasma.
  • Inti sel (Nukleus)
  • Badan Mikro.
  • Sitoskeleton.
  • Plastida.
  • Vakuola.

5. Perbedaan Sel Tumbuhan dan Sel Hewan.

Sel Tumbuhan
Sel Hewan
° Memiliki dinding sel
°Memiliki pasltida
° Vakuola berukuran besar
° Tidak memiliki sentriol
° Tidak memiliki lisosom
° Tidak memiliki dinding sel
°Tidak memiliki plastida
°Vakuola berukuran kecil
°Memiliki sentriol
° Memiliki lisosom


6. Mekanisme Transpor Pada Membran.
Transportasi pada membran sel dapat dibedakan menjadi:
1.Transpor Pasif.
Transpor pasif adalah perpindahan molekul atau ion tanpa menggunakan energi sel.Macam-macam transpor aktif yaitu:
  1. Difusi,
  2. Osmosis
  3. Difusi terfasilitasi
2.Transpor Aktif.
Transpor aktif adalah perpindahan molekul atau ion dengan menggunakan energi dari sel itu melaui membran plasma,dan perpindahan tersebut dapat terjadi meskipun menentang  konsentrasi gradien.Sumber energi berupa ATP.Macam-macam transpor aktif yaitu:
  1. Pompa Natrium-Kalium
  2. Endositosis
  3. Eksositosis
7. Kesimpulan
Sel adalah kumpulan materi paling sederhana yang dapat hidup atau merupakan unit terkecil penyusun semua makhluk hidup. Semua sel dibatasi oleh suatu membran yang disebut dengan membran plasma (membran sel),sementara daerah di dalam sel disebut sitoplasma. Organel sel adalah benda-benda yang terdapat di dalam sitoplasma dan bersifat hidup dan bertugas menjalankan fungsi-fungsi kehidupan.