Pola-Pola Tautan Dan Pindah Silang
A.Tautan(linkage)
Kecendrungan alel-alel yang terletaknya berdekatan pada kromosom akan memisah secara bersama-sama dalam satu kromatid selama proses meiosis sehingga dikatakan gen-gen tersebut saling tertaut satu sama lain.
Tautan Terdiri dari :
1.Tautan Gen
Gen yang ada didalam makhluk hidup sangat banyak, sedangkan kromosom yang ada hanya sedikit, apabila dalam satu kromosom terdapat lebih dari satu gen yang mengendalikan sifat yang berbeda(bukan alelnya), peristiwa itu disebut tautan gen.
Pada skema di atas, gen A tertaut dengan gen B;B tertaut dengan C;C tertaut dengan D; dan D tertaut dengan E pada kromosom yang sama, sedangkan alelnya a tertaut dengan b;b tertaut dengan E.
Pada pembelahan sel secara meiosis, yaitu pada kromosom memisah secara bebas, sehingga gen-gen yang terletak pada kromosom yang berlainan dapat pula memisah secara bebas.
Jadi, individu dengan genotipe AaBb yang mengalami tautan,
akan membentuk dua macam gamet saja, yaitu gamet AB da nab. Contohnya pada
lalat Drosophiladikenal gen-gen
terangkai sebagai berikut.
C=gen untuk sayap normal
c=gen untuk sayap keriput (lalat tak dapat terbang)
S=gen untuk dada polos
s=gen untuk dada bergaris-garus
C=gen untuk sayap normal
c=gen untuk sayap keriput (lalat tak dapat terbang)
S=gen untuk dada polos
s=gen untuk dada bergaris-garus
Misalnya untuk
lalat jantan bersayap normal, dada polos homozigot CCSS dikawinkan dengan lalat
betina bersayap keriput, dada bergaris-garis ccss.
Lalat-lalat F1 bersayap normal, dada polos heterozigot CcSs. Tautan gen menyebabkan hibrid ini membentuk dua gamet saja, yaitu gamet CS dan cs. Akibatnya, perkawinan dua lalat dihibrid tidak akan menghasilkan keturunan F2 dengan perbandingan fenotipe 9:3:3:1 seperti Hukum Mendel, melainkan 3 lalat sayap normal, dada polos ,barbanding dengan 1 lalat sayap keriput, dada bergaris-garis = 3 : 0 : 0 : 1 = 3 : 1.
Adanya gen-gen yang tertaut membut perkawinan lalat dihibrid
diatas tidak menghasilkan keturunan dengan perbandingan 9 : 3 : 3 : 1,
melainkan 3 : 1
Jarak antargen memengaruhi keeratan sifat tautan ini. Makin dekat
jarak antargen, makin erat tautan gen. untuk mengetahui adanya tautan antara
dua gen, dapat dilakukan testcross, atau persilangan uji, yaitu penyilangan
individu F1 dengan induk yang homozigot resesif.
2.Tautan seks
1. Determinasi
Seks (Penentuan jenis kelamin.
Jenis
kelamin makhluk hidup dibedakan atas jenis Jantan dan Betina, terjadinya
perbedaan jenis kelamin pada makhluk hidup dipengaruhi oleh factor genetic dan
factor lingkungan.
-Faktor
Genetik.
Ditentukan
oleh komponen sisi kromosom, kerena kromosom mengandung bahan genetic.
-Faktor
Lingkungan.
Umumnya
ditentukan oleh keadaan fisiologis, jika kadar hormone kelamin dlam tubuh tidak
seimbang, dapat mempengaruhi penampilan fenotipnya sehingga jenis kelamin suatu
makhluk hidup dapat berubah.
Pada 1891, seorang ilmuwan berkebangsaan Jerman bernama Henking,
mengawali penilitian tentang hubungan kromosom dengan jenis kelamin pada
spermatogenesis serangga. Pada akhir penelitiannya Henking menyimpulkan bahwa :
“Setengah dari jumlah kromosom pada
sperma serangga mengandung struktur badan X (Struktur di dalam inti sel)”.
Penelitian
Henking dilanjutkan oleh McClung pada tahun 1902, McClung akhirnya menyimpulkan
bahwa badan X memang benar-benar berhubungan dengan penentuan jenis kelamin.
2. Tipe
Jenis Kelamin.
-Tipe XY.
Misalnya pada Lalat Buah
(Drossophila), Manusia dan Mamalia.
- Pada
Manusia.
Pada manusia, kromosom dibedakan menjadi kromosom tubuh
(autosom), dan Kromosom kelamin (genosom). Setiap sel manusia, mengandung 46
kromosom yang terdiri atas 44 (22 pasang) autosom dan 2 (1 pasang) genosom.
Kromosom kelamin perempuan berupa XX (2 kromosom X), sementara kromosom kelamin
laki-laki brupa XY (1 X dan 1 Y). Komosom manusia dapat diklasifikasikan
berdasarkan ukuran nya, mulai dari yang terpanjang, hingga yang terpendek
sehingga terbentuk sebuah kariotipe
B.Gen letal
Genletal adalah gen yang dalam keadaan homozigot menyebabkan
kematian individu. Adanya gen letal pada suatu individu menyebabkan
perbandingan fenotipe dalam keturunan menyimpang dari Hukum Mendel. Gen letal
terdiri atas gen dominan letal dan gen reawsif letal
1.Gen dominan letal
Gen dominan letal adalah gen dominan yang apabilah dalam
keadaan homozigot menyebabkan kematian individu.contohnya sebagai berikut :
Ayam “creeper”
Pada ayam ras, dikenal adanya gen sebagai berikut :
C = gen untuk ayam creeper ( tumbuh normal kaki pendek )
c = gen untuk ayam normal
Gen donimal C jika homozigot
CC berakibat letal sehingga perkawinan 2 ayam crepeer akan menghasilkan
keturunan dengan perbandingan 2 crepper : 1 normal
Perhatikan diagram persilangan berikut :
P : Cc
>< Cc
(crepeer) (crepeer)
Gamet : C C
c c
F1 : CC =
letal = 1
Cc =
crepeer = 2
Cc =
normal = 1
Jadi, perbandingan fenotipe keturunannya, crepeer : normal =
2 : 1
2.Gen Resesif Letal
Gen resesif letal ialah gen resesif yang apabilah dalam
keadaan homozigot akan menyebabkan kematian individu. Contohnya pada tanaman
jagung bedaun putih
Tanaman Jagung
Pada tanaman jagung (zea mays) berdaun putih , dikenal
gen-gen sebagai berikut.
G = membentuk klorofil (zat hijau daun)
g = tidak membentuk
klorofil jika dalam keadaan homozigot resesif (gg) sehingga daun kecambah tidak
dapat mejalankan fotosintesis dan kecambah mati dalam beberapa hari.
Perhatikan diagram berikut.
P : Gg
>< Gg
(hijau) (hijau)
Gamet : G G
g g
F1 : GG =
hijau = 1
Gg =
hijau = 2
Gg =
putih = 1 (letal)
Dengan berperannya gen letal resesif pada tanaman jagung,
menyebabkan persilangan dua tanaman berdaun hijau heterozigot menghasilkan
keturunan dengan perbandingan 3 tanaman berdaun hijau dan tidak ada tanman
berdaun putih. Tanaman berdaun putih mati akibat tidak dapat mejalankan
fotosintesis. Ini artinya gen resesif letal tidak menghasilkan keturunan dengan
perbandingan seperti Hukum Mendel.
C. Pindah Silang
Pindah silang adalah pertukaran segmen antara dua kromosom homolog. Peristiwa ini berlangsung pada saat kromosom homolog berpasangan dalam profase I meiosis, yaitu pada saat pakiten. Pakiten merupakan saat seluruh bagian kromosom berpasangan pada jarak yang paling dekat. Titik kontak dari kromosom-kromosom yang bersentuhan dinamakan kiasma. Pindah silang akan menghasilkan kromosom rekombinan yang merupakan hasil penyeberangan fragmen-fragmen kromosom ke kromosom homolog tetangganya. Pautan gen dapat dipisahkan oleh peristiwa pindah silang pada semua titik sepanjang kromosom.
Jika
terjadi pindah silang.
Fenotip
tetua: abu-abu sayap panjang >< hitam sayap pendek
genotip
rekombinan
genotip
keseluruhan
Dalam
suatu eksperimen diperoleh keturunan sebagai berikut.
Fenotip
tetua berbadan abu-abu sayap panjang : 965
berbadan
hitam sayap pendek : 944
Fenotip
rekombinan berbadan hitam sayap panjang : 206
berbadan
abu-abu sayap pendek : 185
Kemungkinan
pindah silang dan rekombinasi kromosom berbanding lurus dengan jarak antara dua
gen yang terpisah. Misalnya jarak antara gen O dan P tiga kali lipat jarak
antara gen R dan S. Hal ini berarti, pemisahan pautan antara gen O dan P
melalui pindah silang tiga kali lebih besar daripada pindah silang antara gen R
dan S. Jadi semakin jauh jarak antargen yang memperbesar kemungkinan pindah
silang. Frekuensi pindah silang dapat dihitung sebagai berikut:
SISTEM PENCERNAAN MAKANAN PADA MANUSIA
Berdasarkan prosesnya, pencernaan makanan dapat dibedakan
menjadi dua macam seperti berikut.
1. Proses mekanis, yaitu pengunyahan oleh gigi dengan
dibantu lidah serta peremasan yang terjadi di lambung.
2. Proses kimiawi, yaitu pelarutan dan pemecahan makanan
oleh enzim-enzim pencernaan dengan mengubah makanan yang ber-molekul besar
menjadi molekul yang berukuran kecil.
Proses pencernaan makanan pada manusia terjadi di luar sel,
disebut pencernaan ekstrasekuler.
Sistem pencernaan manusia tersusun dari saluran pencernaan
(mulut, faring, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, dan anus) dan
kelenjar pencernaan (hati dan pankreas).
1. Mulut
Manusia memasukkan makanan ke dalam tubuh dengan cara
ditelan, cara seperti itu disebut ingesti. Mulut dilengkapi dengan beberapa
alat tubuh, yaitu lidah, gigi, dan kelenjar saliva (air liur).
a. Lidah
Lidah berfungsi untuk :
• Membantu membolak-balikkan makanan
• Membantu mendorong makanan saat ditelan
• Sebagai alat pengecap atau perasa
• Merupakan alat indera yang sensitif terhadap suhu dingin /
panas dan tekanan
b. Gigi
Gigi bayi pertama kali muncul sesudah berusia 6 bulan,
disebut gigi susu yang berjumlah 20, sbb.:
1.) 8 gigi seri (insisivus), untuk memotong makanan
2.) 4 gigi taring (caninus), untuk mencabik-cabik makanan
3.) 8 gigi geraham untuk mengunyak makanan
Pada anak usia 6-14 tahun, gigi susu akan tanggal dan
diganti oleh gigi tetap yang berjumlah 32. Gigi tetap terdiri atas 8 gigi seri,
4 gigi taring, 8 gigi geraham depan (premolar), dan 12 gigi geraham belakang
(molar).
c. Kelenjar Saliva
Saliva digunakan untuk memudahkan penelanan makanan,
membantu mencerna makanan secara kimiawi karena mengandung enzim amilase
(ptialin) dan lipase, serta melindungi selaput mulut terhadap suhu panas atau
dingin dan kondisi asam dan basa.
Dalam rongga mulut manusia terdapat 3 pasang kelenjar saliva
yaitu:
• Glandula Parotis = menghasilkan saliva atau ludah
• Glandula Sublingualis = menghasilkan air dan lendir
• Glandula Submandibularis = menghasilkan air dan lendir
2. Faring, Kerongkongan, dan Lambung
Faring dan kerongkongan (esofagus) merupakan saluran yang
menghubungkan mulut dengan lambung.
a. Faring
Faring merupakan bagian yang pendek tempat pertemuan jalur
makanan dan udara.
Pada saat makanan berada di dalam faring, langit-langit
lunak berotot naik untuk mencegah makanan masuk ke dalam rongga hidung.
Pernapasan akan berhenti sementara. Laring naik dan epiglotis tertutup untuk
mencegah makanan masuk ke dalam laring. Lidah mencegah makanan kembali ke dalam
mulut. Kontraksi otot faring menggerakkan gumpalan makanan (bolus) ke dalam
kerongkongan.
b. Kerongkongan
Kerongkongan merupakan sebuah tabung lurus, berotot, dan
berdinding tebal. Bolus akan melalui kerongkongan menuju lambung yang
disebabkan oleh gerak peristaltik dinding kerongkongan.
Gerak peristaltik adalah gerak bergelombang dari depan
sampai belakang yang ditimbulkan oleh kontraksi dan relaksasi otot yang terjadi
secara berurutan.
c. Lambung
Lambung (ventrikulus) terletak di bawah sekat rongga badan
atau bagian atas rongga perut.
Lambung mempunyai beberapa fungsi utama yaitu :
• Menyimpan makanan
• Mengaduk makanan
Lambung terdiri atas 3 bagian. Makanan pertama kali masuk
melalui lambung melalui kardiak. Kemudian makanan menuju fundus dan pilorus.
Pilorus berdekatan dengan otot pengunci yang berguna mengatur penyaluran
makanan ke usus.
Dalam dinding lambung terdapat kelenjar lambung yang
menghasilkan lendir, getah lambung, dan hormon gastrin.
1.) Lendir Lambung
Dihasilkan oleh sel penghasil lendir
2.) Getah Lambung
Di dalamnya terdapat bahan-bahan, sbb.:
• Asam Klorida (HCl), merupakan cairang yang dihasilkan oleh
sel parietal. Cairan tsb berfungsi untuk membunuh kuman, membuat lingkungan
lambung menjadi asam, merangsang sekresi getah usus, dan mengaktifkan
pepsinogen menjadi pepsin.
• Pepsin, yaitu enzim protease yang memecah protein menjadi
pepton.
• Renin, yaitu enzim yang berguna dalam penggumpalan protein
susu (kasein). Renin biasanya dimiliki oleh mamalia berusia muda.
• Lipase, yaitu enzim yang memecah lemak menjadi asam lemak
dan gliserol. Enzim tsb tidak dihasilkan oleh lambung tetapi oleh kelenjar
saliva yang terakumulasi di dalam lambung.
3.) Hormon Gastrin
Merupakan hormon yang merangsang lambung untuk menyekresi
getah lambung.
3. Hati dan Pankreas
Hati dan pankreas merupakan hasil pertumbuhan bagian depan
usus yang berkelenjar. Hati merupakan kelenjar pencernaan yang terbesar,
bobotnya dapat mencapai 2 kg. fungsinya adalah, sbb.:
• Mengasilkan empedu (bilus)
• Tempat penimbunan zat-zat makanan dari darah berupa
glikogen
• Menyerap unsur besi dari darah yang telah rusak
• Tempat penyimpanan darah
• Tempat pembentukan fibrinogen dan heparin
• Mengubah provitamin A (karoten) menjadi vit. A dan
provitamin D (ergosterol)
• Detoksifikasi (menawarkan sifat racun) obat dan minuman
alkohol
• Tempat penghancuran sel darah merah
Empedu disimpan dalam kantong empedu sebelum masuk ke usus.
Empedu bersifat basa sehingga menetralkan zat makanan bersifat asam yang keluar
dari lambung serta membuat pH yang baik untuk kerja enzim pankreas dan enzim
usus. Empedu juga mengandung garam empedu yang membantu proses hidrolisis lemak
di usus.
Pankreas
berfungsi sebagai kelenjar eksokrin, kelenjar endokrin, dan menghasilkan enzim.
Peran pankreas sebagai kelenjar eksokrin adalah menghasilkan getah pankreas
yang mengandung berbagai zat, yaitu sbb.:
a. Natrium Bikarbonat (NaHCO3)
Bermanfaat untuk menetralkan keasaman isi usus dan menaikkan
pH-nya menjadi sekitar 8.
b. Amilase pankreas (disakarase)
Yaitu enzim yang berperan untuk memecah pati menjadi
campuran maltosa dan glukosa. Beberapa jenis amilase pankreas antara lain:
1.) Maltase, berfungsi memecah maltosa menjadi 2 molekul
glukosa.
2.) Sukrase, berfungsi memecah sukrosa menjadi fruktosa dan
glukosa.
3.) Laktase, berfungsi memecah laktosa menjadi glukosa dan
galaktosa
c. Lipase pankreas (steapsin)
Yaitu enzim yang menghidrolisis lemak menjadi campuran asam
lemak dan monogliserida.
d. Protease (peptidase)
Yaitu enzim pemecah protein. Getah pankreas mengandung 3
jenis protease, yaitu tripsinogen, kimotripsinogen, dan karboksipeptidase.
e. Nuklease
Yaitu enzim yang menghidrolisis asam nukleat (ARN dan ADN)
menjadi komponen nukleotida.
4. Usus (Intestinum) dan Anus
Usus adalah saluran tempat mencerna makanan, absorpsi zat
makanan, serta tempat fermentasi dan pembusukan ampas makanan oleh bakteri.
Manusia mempunyai 2 macam usus, yaitu usus halus (insentium
tenue) dan usus besar (insentium crassum).
a. Usus Halus
Usus halus mempunyai panjang ±8,5 m. Pada dindingnya
terdapat banyak kelenjar yang menghasilkan getah usus, disebut kelenjar
Lieberkuhn.
Usus halus terdiri atas 3 bagian, yaitu:
• Duodenum (usus 12 jari)
Bagian depan usus halus dengan panjang kira-kira 25 cm,
berbentuk U, dan menjadi muara saluran empedu serta pankreas.
• Jejenum (usus kosong)
Bagian kedua usus halus dengan panjang kira-kira 7 m.
• Ileum (usus penyerapan)
Bagian terakhir usus halus dengan panjang kira-kira 1 m.
b. Usus Besar (Kolon) dan Anus
Kolon manusia terbagi menjadi 3 bagian, yaitu bagian yang
naik (asenden), melintang (trasenden), dan turun (desenden). Saluran kolon
berakhir pada suatu ruang yang disebut rektum. Rektum bermuara di permukaan
tubuh dalam ruang yang disebut anus. Dalam rektum terdapat otot yang berfungsi
untuk menahan turunnya feses ke anus, disebut katup Houston.
Antara usus halus dan usus besar dipisahkan oleh klep yang
disebut ileosekum yang berguna untuk mencegah makanan agar tidak kembali ke
usus halus. Pada ujung ileosekum terdapat apendiks (umbai cacing; usus buntu).
Kolon menyerap kembali air dan garam yang berasal dari zat-zat buangan dari
usus halus.
Usus besar mengandung popolasi bakteri. Hasil
fermentasi berupa asam organik, gas metan, dan hidrogen. Sisa proses
Pengertian dan Klasifikasi Fungi ( jamur )
Fungi merupakan topik pembahasan kali ini, beberapa hal yang
akan dibahas adalah Pengertian Fungi, Reproduksi Fungi, dan Klasifikasi Fungi.
Mungkin dari sahabat ilmu sekalian ada yang sedikit asing dengan kata fungi,
fungi ini adalah bahas latin dari jamur, nah pasti udah tau kan? Namun jamur
atau fungi ini tidak semuanya berbentuk sepeti dalam bayangan awam, kita sering
membayangkan bahwa jamur bebentuk seperti payung yang lebih berisi, tapi
kenyataanya tidak semua demikian, Langsung aja simakyang berikut ini ya biar
pengetahuannya bertembah.
A.PENGERTIAN FUNGI ( JAMUR )
Fungi(jamur) adalah organisme eukariotik yang bersel tunggal
atau banyak dengan tidak memiliki klorofil. Sel jamur memiliki dinding yang
tersusun atas kitin. Karena sifat-sifatnya tersebut dalam klasifikasi makhluk
hidup, Jamur dipisahkan dalam kingdom nya tesendiri,ia tidak termasuk dalam
kindom protista,monera, maupun plantae. Karena tidak berklorofil, jamur temasuk
ke dalam makhluk hidup heterotof (memperoleh makanan dari organisme lainnya),
dalam hal ini jamur hidup dengan jalan menguraikan bahan-bahan organik yang ada
di lingkungannya. Umumnya jamur hidup secara saprofit (hidup dengan menguai
sampah oganik seperti bankai menjadi bahan anoganik). Ada juga jamur yang hidup
secara parasit (memperoleh bahan organik dari inangnya), adapula yang hidup
dengan simbiosis mutualisme(yaitu hidup dengan organisme lain agar sama-sama
mendapatkan untung).
B.REPODUKSI FUNGI (JAMUR)
Seperti yang telah saya jelaskan tadi sahabat, jamur terbagi
atas dua, yaitu uniseluler(besel tunggal) dan multiseluler), nah keduanya ini
memiliki cara berkembang biak yang berbeda.
Jamur uniseluler berkembangbiak secara aseksual dengan
membentuk tunas, dan secara seksual dengan membentuk spora askus. Sedangkan
jamur multiseluler yang terbentuk dari rangkaian sel membentukbenang seperti
kapas, yang disebut benang hifa. Dalam perkembangbiakkannya secara aseksual ia
memutuskan benang hifa (fragmentasi), membentuk spora aseksual yaitu zoospora,
endospora, dan konidia. Secara seksual melalui pelebuan anatara inti jantan dan
inti bentina sehingga terbentuk spora
askus atau spora sidium.
Zoospora atau spora kembara adalah spoa yang dapat bergerak
di dalam air dengan menggunakan flagela. Jadi jamur penghasil zoospora biasanya
hidup di lingkungan yang lembab atau berair.
Endospora adalah spoa yang dihasilkan oleh sel dan spora
tetap tinggal di dalam sel tesebut, hingga kondisi memungkinkan untuk tumbuh.
Spora askus atau askospora adalah spora yang dihasilkan melalui
perkawinan jamur ascomycota. Askospora terdapat dalam askus, biasanya berjumlah
8 spora. Spora yang dihasilkan dari perkawinan kelompok jamur Basidimycota
disebut basidispora. Basidispoa terdapat di dalam basidium, dan biasanya
berjumlah empat spora.
Konidia adalah spora yang dihasilkan dengan jalan membentuk
sekat melintang pada ujung hifa atau dengan diferensiasi hingga terbentuk
banyak konidia. Jika telah masak konidia paling ujung dapat melepaskan diri.
3.KLASIFIKASI FUNGI ( JAMUR)
Jamur diklasifikasikan berdasarkan cara reproduksi dan
struktur tubuhnya. Dalam klasifikasi dengan lima kingdom, jamur dibagi menjadi
4 divisi yaitu
1.Divisi Zygomycota
Jamur Zygomycota
Tubuh Zygomycota terdiri dari benng hifa yang bersekat
melintang, ada pula yang tidak bersekat melintang. Hifa bercabang-cabang banyak
dan dinding selnya mengandung kitin.
Contoh jamur ini adalah jamur yang tumbuh pada tempe, selain
itu ada juga yang hidup secara saprofit pada rotin, nasi, dan bahan makanan
lainnya. Ada pula yang hidup secara parasit, misalnya penyebab penyakit busuk
pada ular jalar.
Jamur Zygomycota berkembangbiak secara aseksual dengan
spora. Beberapa hifa akan tumbuh ke atas dan ujungnya menggembung membentuk
spoangium. Sporangium yang masuk berwarna hitam. Spoangium kemudian pecah dan
spora tersebar, spora jatuh di tempat yang sesuai akan tumbuh membentuk benang
baru.
Reproduksi secara seksual dilakukan sebagai berikut :
dua hifa yakni hifa betina (hifa -) dan hifa jantan (hifa +)
betemu, kemudian inti jantan dan inti betina melebu, terbentuk zigot yang
berdinding tebal. Zigot menghasilkan kota spora yang disebut zigosporangium dan
sporanya disebut zygospora. Zygospora mengalamai dormansi (istirahat) selama
1-3 bulan. Setelah itu zigospora akan berkecambah membentuk hifa. Hifa jantan
dan betina hanya istilah saja , dan disebut jantan, jika hifanya memberi isi
sel, disebut betina kalau menerima isi sel.
2.Divisi Ascomycota
Jamur Ascomycota
Ciri Khusus dari jamur Ascomycota adalah dapat menghasilkan
spora askus (askospora), yaitu spora hasil repoduksi seksual, berjumlah 8 spora
yang tersimpan di dalam kotak spoa. Kotak spora ini menyerupai kantong
sehigngga disebut askus, untuk mengetahui bentuk dan stuktu askus dibutuhkan
pengamatan yang teliti.
a.Reproduksi secara sesksual
Reproduksi secara seksual dapat dijelaskansecara ingkas
sebagai berikut. Hifa yang bercabang-cabang ada yang berdifensiasi membentuk
alat reproduksi betina yang ukurannya menjadi lebh besar, yang disebut
askogonium. Di dekatnya , dari ujung hifa lain terbentuk alat repoduksi jantan
yang disebut anteridium berinti haploid(n kromosom). Dari askogonium tumbuh
saluran yang menghubungkan antara askogonium dan anteridum. Saluran itu disebut
trikogin. Melalui saluran trikogin inilah inti sel dari anteidium pindah dan
masuk ke dalam askogonium. Selanjutnya, inti anteridium dan inti askogonium
berpasanga. Setelah terbentuk pasangan inti, dari askogonium tumbuh beberapa
hifa. Hifa ini disebut sebagai hifa askogonium . Nah inin yang berpasangan itu
masuk ke dalam askogonium ,kemudian membelah secara mitosis, namun tetap saja
berpasangan. Setelah memasuki inti hifa askogonium teus tumbuh, membentuk sekat
melintang, dan bercabang-cabang banyak. Di ujung-ujung hifa askogonium ini
terdapat dua int. Ujung hifainilah yang kelak akan membentuk askus.
Cabang-cabang hifa itu dibungkus oleh miselium, bentuknya kompak,yang mudah
menjadi tubuh buah atau askokarp.
Dua inti di dalam askus yang berasal dari ujung hifa itu
membelah secara meiosis membentuk 8 buah spoa. Jadi, spoa tersebut terbentuk di
dalam askus, karena itulah disebut spora
askus. Spora askus dapat tersebar kemana-mana karena angin. Jika jatuh di
tempat yang sesuai spora askus akan tumbuh menjadi benag hifa baru.
b.Reproduksi Secara Aseksual
Selain reproduksi secara seksual, jamur ini juga melakukan
perkembangbiakkan secara aseksual melalui pembentukan tunas, pembentukan
konidia, fragmentas. Warna spora dan konidia bemacam-macam. Ada yang
hitam,coklat, bahkan kebiruan, dan juga ada yang merah oranye.
Ukuran tubuh Ascomycota ada yang mikroskopis (satu sel), ada
yang makroskopis (dapat dilihat dengan mata). Golongan jamur ini ada yang hidup
saprofit, parasit dan ada pula yang bersimbiosis.
3. Divisi Basidiomycota
Jamur Basidiomycota
Jamur Basidiomycota umumnya merupakan jamur makroskopik,
dapat dilihat dengan mata karena ukuannya yang besar. Pada musim penghujan
dapat kita temukan pada pohon, misalnya jamur kuping, jamur pohon, atau di
tanah yang banyak mengandung bahan oganik, misalnya jamur barat.
Bentuk tubuh buahnya kebanyakan mirip payung misalnya pada
jamur merang yang kalian amati. Basidiomycota ada yang dibudayakan misalnya
jamur merang, jamur tiram, jamur shiltake, dan lainnya, jamur-jamur tersebut
merupakan makan yang bergizi tinggi.
Hifa Basidiomycota memiliki sekat melintang, berinti satu
(monokaiotik) atau dua (dikariotik). Miseliumnya berada pada substrat. Dari
hifa dikariotik dapat muncul tubuh buah berbentuk payung atau bentuk lain yang
menjulang di atas substrat. Bagian tubuh buah inilah yang enak dimakan. Tubuh
buah atau basidiokarp merupakan tempat tumbuhnya basidium. Setiap basidium
menghasilkan 4 spora basidum.
Secara singkat
daur hidup Basidiomycota :Hifa (+) bertemu hifa (-) à inti dari hifa (+)pindah
ke hifa(-) à hifa dikariotik à tumbuh miselium muncul basidiokarpàmembentuk
basidium à spora basidium
4.Divisi Deuteromycota
Telah dibahas sebelumnya bahwa jamu yang epoduksi seksualnya
menghasilkan askus digolongkankedalam Ascomycota dan yang menghasilkan basidium
digolobgkan kedalam Basidiomycota. Akan tetapi belum semua jamu yang dijumpai
di alam telah diketahui cara repoduksi seksualnya. Kira-kira terdapat sekitar
1500 jenis jamur yang belum diketahui cara reproduksi seksualnya. Akibat dari
hal ini Tidak ada yang bisa menggolongkan 1500 jamur tersebut. Jamur yang
demikian untuk sementara waktu digolongkan k dalam Deuteromycota atau “jamur
tak tentu”. Jadi Deuteromycota bukanlah penggolongan yang sejati atau bukan
takson. Jika kemudian menurut penelitian ada jenis dari jamu ini yang diketahui
proses reproduksi seksualnya,maka akan dimasukkan ke dalam ascomycota atau
Basidiomycota. Sebagai cotnoh adalah jamur oncom yang mula-mula jamur ini
berada di divisi deuteromycota dengan nama Monilla Sithophila. Namun setelah
diteliti ternyata jamur ini menghasilkan askus sehingga dimasukkan ke dalam
Ascomycota.



